Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai sebesar US$223,1 miliar, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang masih sebesar US$205,7 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini mengatakan, komoditas unggulan dengan kontributor terbesar yakni besi dan baja mencapai US$23,58 miliar, tumbuh 12,12% (year-on-year/yoy).
"Ekspor besi dan baja naik 12,12% secara kumulatif," ujar Pudji dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Sementara itu, di posisi kedua ditempati oleh minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan produk turunnya dengan nilai mencapai US$20,20 miliar atau naik 25,73% yoy.
Di posisi selanjutnya ada batu bara yang mencatat nilai sebesar US$20,09 miliar. Namun, capaian tersebut mengalami penurunan sebesar 20,25% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih US$25,19 miliar.
Pudji mengatakan, ketiga komoditas unggulan tersebut memberikan andil terhadap total nilai ekspor pada Januari-Oktober tahun sekitar 28,62%.
Secara total, ekspor dari Januari hingga Oktober 2025 sebesar US$234,04 miliar. Angka tersebut naik 6,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Mayoritas ekspor masih ditopang oleh industri pengolahan yang mengalami kenaikan sebesar 15,75% yoy.
"Menurut sektor, peningkatan ekspor nonmigas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan dan sektor pertanian," tutur Pudji.
"Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas kinerja ekspor nonmigas Indonesia sejak Januari-Oktober 2025 dengan andil 11,68%."